Contoh Halaman dengan Pasword ini Cara Buatnya

07.14
 
Nandarart.com - Banyak yang bertanya cara membuat halaan yang diberi pasword akses di blogger, kali ini saya akan berbagi cara membuatnya.
 
penasaran caranya, isi kolom di bawah ini dengan pasword masmamad

Masukkan Password Untuk Mengakses Halaman ini!

Kumpulan E-Book Gratis, Download Sekarang Juga!

17.28


Nandarart.com - Teman-teman yang suka membaca, kadang kita bingun mencari bacaan berkualitass dan gratis, kali ini saya akan membagi e-book yang saya tulisa dan saya bagikan gratis.

Semoga e book yang saya tulisa ini bermanfaat walau bahasannya masih seputar tema-tema sederhana dan remeh temeh serta cetek ilmunya.

silahkan dipilih dan didownload sesuai selera dan passion teman-teman. Link download e book gratis bisa klik di sini 

Website "Campusnesia.co.id" Value Service ala Loetju

16.07



Kpopuler.com -- Sejak pertama kali buka 1 januari 2010 hingga hari ini, sebagai pelaku industri kreatif dan UMKM, Loetju.com selalu mencoba hal yang baru dalam hal memperkenalkan produk dan jasa kami, atau dalam bahasa lain strategi marketing.

Sebagai anak baru, kami mencoba cara apa yang disebut Hard Selling. Menawarkan produk dan jasa secara to the point. "Hai kami Loetju, tempat cetak merchandise dan souvenir, berikut daftar produk dan harganya, yuk silahkan dibeli" begitu kira-kira kalau dibahasakan.

Lalu kami belajar, mengukur dengan standart diri kami sendiri, memposisikan jika kami adalah customer. Kadang kala jika tak sedang benar-benar butuh rasanya enggan menanggapi iklan yang sifatnya Hard Selling.

Dari pengalaman itu, kami mencari cara bagaimana tetap bisa promosi tetapi tidak "terlalu frontal" atau dikemudian hari kami belajar strategi yang kami maksud disebut "soft selling". 

Banyak cara yang kami temukan, dari hasil riset, belajar dari buku dan mengikuti seminar. Akhirnya kami putuskan satu cara yang secara tujuan "soft selling" tercapai tetapi tetap menjaga idealisme value tujuan kami berbisnis yaitu "menginspirasi dan menebar manfaat sebanyak-banyaknya".

Langkah pertama adalah menentukan segmen market Loetju, kami putuskan kami fokus pada pasar dengan demografi; Pelajar, Mahasiswa, Profesional, rentang usia 13-40 tahun, tinggal di Indonesia terutama Kota Semarang.

Berikutnya, kami membuat sarana yang bisa customer kami kunjungi untuk mendapat value, cara ini bagian dari service selain proses jual beli, yang kami ringkas dalam 2 kata "value service". 

Pilihan sarana jatuh pada media online, perwujudan visi misi nya kami rangkum dalam 3 kata; informatif, inspiratif dan prestatif. 

Berisi konten yang mengandung informasi yang positif, cerita yang inspiratif dan prestasi-prestasi anak bangsa. Sebagai tambahan kami hadirkan info Beasiswa, Lomba dan Lowongan Kerja.

Tujuan kami agar sobat Loetju di manapun berada bisa mendapat hal yang positif dari setiap konten yang kami sajikan, dari informasi yang bermanfaat, bisa menjadi inspirasi berbuat kebaikan sehingga bermuara menghasilkan prestasi.

Media itu kami beri nama Campusnesia.co.id kami luncurkan dari tahun 2016 dengan domain gratisan blogspot hingga di tahun 2017 melihat antusiasme pembaca akhirnya berdomain co.id.

Semoga dengan hadirnya media Campusnesia.co.id bisa jadi nilai tersendiri dalam mewujudkan value service.

Jualan tidak melulu dengan hard selling, kami yakin dengan soft selling pun bisa berhasil. Semoga bermanfaat sampai jumpa.

webiste drama korea Kpopuler.com, dari Hobi jadi Legacy

16.04


Campusnesia.co.id -- Setidaknya saya punya 5 alasan kenapa lebih suka nonton Drama Korea ketimbang sinetron indonesia. Mulai dari tema yang tematik (dokter, jaksa, kantoran dll) episode yang terbatas, sinematografi, akting aktor dan artisnya, serta original soundtracknya.

Mungkin sekitar tahun 2011 saya mulai menonton drama korea, dikasih oleh teman dengan judul My Girl Friend is Gumiho. Bercerita tentang seorang aktor yang berpacaran dengan siluman rubah berekor sembilan. Betul siluman, seabsurd itu. Ada cameo Park Shin Hye juga.

Setelah drama pertama bertema horor, berikutnya yang membuat semakin suka drama korea tatkala menonton Emergency Couple. Kisah cinta di dunia kedokteran dan rumah sakit. Ada song ji hyo sebagai bintangnya.

Selain alasan di atas, dulu saya sering menonton drama korea sembari mengerjakan pesanan di Loetju.com, misal membuat jam dinding, plakat atau seminar kit dan gantungan kunci. Dengan bekerja sambil menonton tak terasa pekerjaan selesai juga. Efektif.

Berangkat dari waktu yang sering saya keluarkan untuk menonton, walau niatnya adalah mengisi waktu luang saat rehat dan refreshing, tetap saja andai ada cara agar hobi dan pengalaman menonton bisa jadi sesuatu yang positif bakal lebih seru lagi.

Lahirlah ide membuat Blog atau website yang isinya untuk berbagi pengalaman menonton Drama Korea, Film Korea, Kpop dan original soundtrack drakor. Web itu saya bernama Kpopuler.com dari kata Kop dan Populer. Alhamdulillah domain .com masih bisa dibeli.

Dari pada sekedar nonton, mending pengalamanya dibagi, iya kan? Kadang juga kami menulis artikel tentang opin seputar dunia Drama Korea, Film Korea dan Kpop. Kadang juga memposting trivia-trivia menarik, misal tentang Tayo dan Tobot yang ternyata animasi asal Korea Selatan.

Semoga sobat pembaca bisa menikmati apa yang kami sajikan dan mendapat inspirasi dan manfaat. Sobat punya hobi apa? Jangan hanaya menjalani hobi itu, yuk mulai sharing dan berbagi kepada orang lain tengang hal positif dari hobi kita.

penulis: Nandar


Chief Creative Officer Kpopuler.com

Kamu Cebong, Kamu Kampret, Aku jadi Manusia saja!

04.14


Nandarart -- Kamu cebong kamu kampret, dikotomi akibat dukung mendukung capres cawapres semakin meruncing akhir-akhir ini, bisa jadi karena kurang dari sebulan lagi pencoblosan akan dilakukan. 

Saya kurang tahu pastinya kapan, muncul istilah cebong untuk mengidentifikasi pendukung capres 01 dan kampret untuk pendukung 02. Tetapi menurut saya cikal bakal terbelahnya masyarakat kita adalah sejak pilkada DKI 2012 lalu, dilanjut Pilpres 2014 yang calonnya hanya 2 dan semakin panas tatkala Pilkada DKI 2017 sayangnya Pilpres 2019 dengan hanya ada 2 pasangan calon lagi.

Saya sudah sampai level jijik melihat polah Diehard kedua pasang calon dalam mengkampanyekan calon dan menyerang calon lain. Diakui atau tidak, polarisasi dan pembelahan terjadi di masyarakat yang akhirnya sangat dikotomis.

"Kamu pendukung 01 ya?" 
"Bukan"
"Berarti pendukung 02?"
"ya belum tentu Zainal!"

Dialog seperti diatas sering kita temui, seolah hidup harus berpihak pada salah satu saja, toh memilih gak harus jadi pendukung kan? dan bisa jadi golput juga.

Banyak peristiwa tidak penting akibat polarisasi politik kubu-kubuan ini, ada suami istri yang ribut, ada yang pacaran putus, bahkan pernah ada berita hnngga adu fisik jotos-jotosan.

Kesimpulan saya, tidak penting banget, kamu boleh menjadi pendukung salah satu capres, jadi cebong atau kampret, silahkan. Tetapi tetap gunakan akal sehat. Pilpres dan pemilu cuma sehari dan 5 tahunan. Sungguh eman-eman persahabatan dan seduluran yang selama ini sudah terjalin hanya gara-gara pilpres semata.

Pesan saya juga, dukung seperlunya, cintai sewajarnya, benci secukupnya setelah Pilpres sebaik apapun pemerintahan yang terpilih kita musti tetap mengusahakan sendiri nasib kita. Gak bisa kemudian ujug-ujug jika pilihan kita menang lalu kita leha-leha dan tiba-tiba sejahtera.

Sepengamatan saya mereka yang ngotot hingga berbusa-busa adalah (1) pendukung yang idealis, (2) pendukung yang dibayar dan (3) mereka yang terlanjur malu dengan junjungan masing-masing namun gengsi mengakui kelemahan tiap junjungan, maka yang terakhir ini sebenarnya tidak sedang membela junjungannya namun membela harga dirinya sendiri. Ya kalau kamu bukan diantara Ketiga golongan di atas, ngapain serius amat sampai segitunya.

Saran Saya
Sebagai anak bangsa, saya khawatir dengan kondisi seperti ini, terlihat selama 5 tahun polarisasi itu tak kunjung reda. Dan menjadi bibit-bibit baru keretakan kerukunan. Saya menyarankan selain mendukung sewajarnya, bersikaplah adil dan gentel, siapapun yang terpilih nanti jika program dan prestasinya baik ya akuilah, apresiasi. Namun jika salah dan kurang sudah sewajarnya kita krtitik demi perbaikan, sekalipun dulu ia pilihan kita.

Kadang saya prihatin, orang-orang yang entah siapapun pemimpinnya jika salah dicari Rasionalisasi pembenaran akan kesalahan itu dan jika bukan pilihanya maka tiap hari dicari terus kesalahanya seakan tak ada kebaikan sedikitpun dari orang itu.

Saya khawatir ya, orang-orang seperti ini ketika hendak tidur yang terfikir adalah, 
"Besok si A, si B bikin salah apa lagi ya?"
"Semoga besok si A, si B bikin salah biar bisa kita Bully"

Gak usah senyam-senyum, hal itu terjadi pada Pemerintahan Presiden Pak Jokowi dan Pemerintahan Gubernur Jakarta Pak Anis Baswedan. Cebong-Kampret Podho wae!. Saya menyebutnya Benci mah Benci aja!, kalau sudah benci maka akal sehat tidak jalan. 



Jangan-jangan kita memang tidak ingin Indonesia maju dan sejahtera, atau hanya ingin Indonesia maju dan sejahtera jika dipimpin golongan kita saja, Egois gak sih?

Astagfirullahadzim 

Ayolah, kita ingin Indonesia lebih baik kan? secara jumlah penduduk, potensi alam dan manusianya Indonesia harusnya bisa lebih besar dan bisa berperan lebih besar di Dunia dari yang sekarang. Maka stop jadi Cebong dan Kampret, jadilah manusia.

Nandar
Simpatisan Garbi Semarang 


Harusnya Jumlah Swing Voters Lebih Banyak

00.02



Kang Mad -- Hari-hari menjelang pemilu dan pilpres semakin dekat. Sayang bukanya semakin adem justru semakin panas saja. Salah satu yang saya sayangkan dari gelaran pilpres sejak 2014 dan 2019 ini adalah munculnya calon yang hanya berjumlah 2 pasang saja.

Kalau kita mau cari akar masalahnya selain abang batas pencalonan yang 20% juga mahalnya biaya politik. Sehingga mempersempit putra bangsa lain yang ingin mencoba meperbaiki negeri ini dengan mencalonkan diri sebagai presiden dan wakilnya.

Kembali ke paragraf pertama, efek dari hanya ada 2 pasang calon ini adalah polarisasi politik yang sudah sampai level memprihatinkan. Berpeluang memecah belah bangsa ini. Mengkotak-kotakan antar sesama. Lalu muncul istilah yang dikotomik, kamu cebong kamu kampret, kamu nomer 1 kamu nomer 2, kamu baik yang satu jahat dll. Tidak pernah ada ujungnya.  

Hari-hari ini kita membaca berita antar pendukung saling debat, caci maki bahkan ada yang bermain fisik. Ngono kuwi faedahe oupooo?

Padahal pilpres ini hanya sesaat dan apapun hasilnya dengan skeptis saya mau bilang kita tetap harus kerja keras jika ingin hidup lebih baik. Kecuali anda adalah orang-orang yang ikut terlibat dalam kontestasi ini dan akan mendapatkan bayaran atau jabatan jika salah satu calon terpilih, aka wajar berjuang mati-matian agar calonya menang. Kalau tidak ya ngapain ngotot segitunya.

“ Harusnya jumlah swing voters lebih banyak”

Di tengah kondisi yang dikotomik tadi, kalau kita perhatikan dari berbagai lembaga yang mengeluarkan hasil survey ada kelompok lain selain pendukung nomer 1 dan 2, yaitu swing voters istilah untuk mereka yang belum menentukan pilihan. Saya ingin mengaku di tulisan ini, pilpres kali ini saya masuk golongan ini, saya akan tetap menggunakan hak pilih, tapi baru akan saya putuskan sesaat sebelum mencoblos.

Banyak alasan, yang paling kuat adalah saya ingin  memberi kesempatan lebih tepatnya ingin melihat para calon dan timsesnya menyakinkan saya bahwa mereka mampu melihat masalah yang sedang dihadapi negeri ini dan punya solusi yang feasible. 

Hingga hari ini jujur saya belum melihat itu, yang lebih dominan masih saling eributkan hal-hal remeh misalnya keselip lidah dan lain-lain.

Saya berpendapat harusnya golongan swing voters ini lebih banyak, karena hingga hari coblosan tiba mereka saya asumsikan memposisikan diri di wilayah netral sehingga bisa melihat gelaran politik lima tahunan ini lebih jernih.

Karena percaya tidak percaya, mereka yang hari ini sudah menetapkan pilihan saya ibaratkan orang yang sedang jatuh cinta dimabuk kepayang. Mohon maaf adegiumnya melihat kotoranpun disangka coklat. Sudah sulit untuk disadarkan dan digoyahkan keyakinan dukung mendukungnya.

Setidaknya ada 2 hal menurut saya, pertama yakin 100%  bahwa yang didukung baik. Atau gensi karena sudah terlanjur mendukung. Maka tidak peduli apapun polah sang junjungan akan dibela, benar akan dibela kalau salah dicari rasionalitasnya. Jujur saja, iya kan? 

Maka sayang sekali, dalam beberapa survey golongan swing voters jumlahnya tidak seberapa, andai lebih banyak pilpres dan pemilu 2019 akan lebih menarik, karena lebih banyak orang yang waras, mampu melihat dengan jernih setiap gagasan, program dan solusi yang ditawarkan para calon. Serta punya peluang megkritisi dan memberi masukan dengan jernih pula.

Apapun pilihan dan pijakan anda hari ini, pesan saya jaga kerukunan, setelah hajatan politik ini tetap saja kita harus bekerja dan kembali ke kehidupan semula. He he.



Bagikan ke WhatsApp

1 Produk dengan 4 Kebaikan Sekaligus

01.21



Loetju.com -- Per 21 November 2018 ini alhmadulillah tercatat sudah 1.535 pcs plakat kayu yang terjual. Bila dibandingkan dengan pencapaian sepanjang 2017 yang sejumlah 1.300 pcs atau naik 235 pcs. Masiha ada 9 hari lagi menuju akhir november dan masih ada desember, optimis insyaallah bisa bertambah lagi.

Terimakasih untuk semua customer Loetju, sempat ada keraguan ketika ide plakat berbahan perca kayu jati ini hendak diluncurkan, salah satunya karena masyarakat sudah terbiasa dengan plakat kayu berbahan MDF dengan warna hitam, sempat ada penolakan di awal tapi alhamdulillah kini plakat kayu Loetju dengan ciri khas berbahan kayu jati dan warna yang lebih muda sudah bisa diterima dan menjadi trend setter.



1 produk 4 kebaikan
Pertengahan tahun ini kami membuat promo dengan judul "memperkenalkan plakat kayu" dan menampilkan 8 alasan mengapa plakat kayu produksi kami layak di pilih dan dibeli. Dari mulai fakta tentang banyaknya perca bahan kayu jati, banyaknya yang butuh lapangan pekerjaan, fakta bahwa kayu adalah material yang baik untuk lingkungan hingga pilihan kami mengolah peluang dan kebutuhan itu jadi sebuah program yang menghasilkan produk.

Akhir tahun ini, kami kembali membuat kampanye dengan tagline "1 produk 4 kebaikan" dengan tujuan menyampaikan pada masyarakat, ketika di pasaran ada produk sejenis dengan kualitas dan harga yang sama, kami berikan alternatif dengan menghadirkan "value" 4 kebaikan untuk dijadikan pertimbangan.


Pertama, Mengurangi pembuangan perca kayu jadi yang notabene secara kualitas kayu kuat dan bagus, karena merupakan bagian kecil dari kayu yang juga digunakan untuk produksi mebel.

Kedua, Ramah lingkungan, kayu adalah material sempurna justru karena ketidaksempurnaanya. Ia akan kembali ke alam pad awaktunya. Berbeda dengan bahan plastik yang justru tidak sempurna karena kesempurnaanya, ia butuh ratausan bahkan ribuan tahun agar bisa kembali ke alam.

Ketiga, Meningkatkan nilai jual produk, jika sebelumnya perca bahan ini hanya berakhir sebagai kayu bakar, maka ketika ia disatukan dengan potongan yang lain dan disentuh dengan kreatifitas serta keuletan kini ia tak hanya sekedar kayu bakar yang bakal jadi arang atau abu, tapi ia naik kelas dengan menghiasi rak-rak dan lemari orang-orang sebagai cindera mata.

Keempat, Membuka lapangan kerja, alhamdulillah walau belum banyak setidaknya kami sudah turut serta membantu membuka lapagan pekerjaan, para pengrajin, pengantar dari workshop di pati ke semarang, karyawan di semarang dan saat pesanan banyak memberdayakan mahasiswa untuk membantu packaging.

Terakhir, semoga tahun depan tambah baik dan terimakasih untuk para mitra pengrajin, mitra pengantar, rekan-rekan tim Loetju semarang serta tentu saja pelanggan setia plakat kayu Loetju.