<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363</id><updated>2011-07-28T23:19:57.444-07:00</updated><title type='text'>.</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-3808288290307991619</id><published>2010-09-27T11:30:00.000-07:00</published><updated>2010-09-27T11:31:38.084-07:00</updated><title type='text'>REVISI “DESAIN” MIMPIMU</title><content type='html'>Revisi, sebuah kata yang tidak asing, dan saya yakin kebanyakan orang ketika mendengar kata ini pasti yang pertama kali terlintas di benaknya adalah konotasi negative. Dalam dunia kita sehari-hari kata ini lebih sering diartikan mengulangi  atau memperbaiki suatu pekerjaan yang belum sepenuhnya benar. Akrab sekali dalam dunia akademis dan perkantoran. Biasanya berhubungan dengan karya tulisan berupa laporan atau proposal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tapi jangan salah dalam dunia desain grafis istilah yang satu ini juga familiar lho. Tapi apa hubungannya dengan mimpi? Ada dong, tapi sebelum kita membahas tentang revisi mimpi, simak dahulu pengantar dengan analogi dunia desain berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “Hampir tiap kali ada order bisa dipastikan akan ada beberapa kali revisi untuk mencapai sebuah kesepakatan atau kepuasaan pelanggan. Mengapa karena bukan hal yang mudah menerjemahkan imajinasi client yang biasanya berupa diskripsi tentang suatu bentuk atau model . sehingga yang bisa dihasilkan pertama kali bisa dikatakan konsep dasar(draft), ada proses penyempurnaan di mana dalam proses ini, andil client dalam memberikan masukan sesuai keinginannya menjadi factor utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Misal sebuah order dari client sebuah kursus bahasa inggris di semarang yang menggunakan metode singapura. Proses awal adalah penyerahan materi desain, termasuk diskripsi lembaga, tujuan, tagline, dominasi warna yang di inginkan dan identik dengan obyek apa. Oleh penulis diterjemahkan menjadi gambar (1), kebetulan skali dengan penambahan siluet ikon singapura singa, pemilihan huruf, dominasi warna ungu dan ditambahakan potongan warna putih dengan sedikit transparansi serta bumbu shadaw, client merasa cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Revisi yang ada adalah setelah lembaga ini meneliti secara seksama ada kesalahan pada ejaan, bukan ECS (English course Singapore), tetapi yang benar adalah ESC (English Singapore course). Artinya saya harus menggeser posisi siluet dari paling tepi ke tengah. Dan ditambahkan outline pada kepanjangan ESC, kali ini saya menggunakan teknik counture.hasilnya gambar (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ini termasuk singkat lho, biasanya revisi bisa sampai sepuluh kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Semoga anda menjadi ngeh dengan analogi kata revisi dalam dunia gafis, untuk mengkaitkan dengan mimpi saya punya beberapa kesimpulan dari proses di atas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Revisi bisa terjadi dengan syarat ada draft awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dalam terapan tentang cita-cita atau mimpi hidup kita, bagaimana bisa kita memperbaiki mimpi kalau belum punya mimpi, padahal salah satu kunci sukses dalam hidup harus punya mimpi atau cita-cita atau live mapping. pertanyaanya sudahkan anda bermimpi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Revisi dilakukan apabila merasa apa yang sudah ada belum bisa memenuhi hasil yang di inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasinya, apabila ternyata dari sekian mimpi yang anda tulis  atau rencanakan di perjalanan atau pada stage-stage tertentu setelah dievaluasi belum bahkan tidak sesuai dengan yang anda inginkan maka revisilah mimpi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Revisi bukan berarti mengulang dari awal dan menghancurkan yang ada, tapi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih kepada memperbaiki atau menyempurnakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita gagal dalam sebuah mimpi kita, berdasarkan pengalaman kita tidak harus mengubur mimpi yang ada dan mengganti dengan yang baru, cukup lakukan perbaikan dimana yang belum benar dan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai kesimpulan, saya berpendapat apabila anda merasa bahwa saat ini kondisi anda tidak memungkinkan dengan mimpi anda, maka revisi mimpi itu agar anda bisa mencapainya. Dan kalau anda ingin lebih luar biasa dari sekarang di masa depan, maka segera tengok mimpi hidup anda dan segera revisi agar lebih baik. Satu-satunya cara memperbaiki apa yang pernah terjadi agar lebih baik di masa yang akan datang adalah dengan me-revisi mimpi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, inspirasi revisi mimpi ini dari diskusi dengan mas P-Man.sampai jumpa ditulisan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya master nandar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;owner kios grafis nandarart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih oder selama  ramadhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          kartu nama-pak agus sugito (pendamping etos semarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          kartu nama-mas nurul ichsan (manajemen RPA UNDIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          kartu nama-mas p-man (CEO QMC semarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          kartu lebaran-yayi (RACANA UNDIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          video profile&amp;kartu lebaran-panca (BEM FPIK UNDIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          kartu lebaran-aini (FOSIMMIK UNDIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          kartu lebaran-keluarga besar yendhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          desain proposal-ana (DIMAS BEM KM UNDIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          sertifikat mawapres-revi (mawapres FISIP UB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          backdrop&amp;plakat-eka (DESPOL UNDIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          plakat-yudit (TIM KKL SOSEK FAPET UNDIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          jam dinding-mas wahyu (DPUDT semarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          pin ekslusif-ika (FAPET UNDIP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          desain warung angkring bamboo-pak siswadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-          kaos-ryan (peek a boo punk rock band)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan teman-teman semuanya, semoga bemanfaat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hotline:085226967675&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-3808288290307991619?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/3808288290307991619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=3808288290307991619' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/3808288290307991619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/3808288290307991619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2010/09/revisi-desain-mimpimu.html' title='REVISI “DESAIN” MIMPIMU'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-6219394608573420386</id><published>2010-09-27T11:28:00.000-07:00</published><updated>2010-09-27T11:29:35.101-07:00</updated><title type='text'>Dont stop Dreaming</title><content type='html'>jangan berhenti bermimpi, ini istilah yang tidak asing dalam dunia motivasi sebagai mantra yang harus dilakukan oleh orang yang ingin meraih kesuksesan. lebih tepatnya bermimpi ketika trjaga yang katanya lebih sulit dari pada bermimpi dalam lelap. tidak salah ungkapan ini, bermimpi dalam terjaga lebih familiar kita sebut sebagai cita-cita dimana kita juga harus menentukan langkah untuk mnggapainya, bukan sekedar bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       tapi kali ini bukan tentang hal di atas yang akan saya kupas, tetapi tentang prinsip dasar atau lebih kerennya idealisme seorangang desainer dan kaitannya dengan mimpi. kami (baca: mayoritas) para desainer menjadikan mimpi sebagai modal dasar dan kekuatan untuk terus maju. ketika kami berhenti bermimpi (baca:berimajinasi) maka saat itu juga kami bisa dikatakan desainer yang mati. dalam dunia kami, hasil karya kami adalah buah dari mimpi-imajinasi saat terjaga. ini merupakan sebuah proses  kreatif dalam mengerjkan sebuah produk grafis. mimpi/imajinasi menjadi alur proses ke dua setelah menerima materi dari  client (ketika menggarap job)dan disimilah inspirasi mulai muncul yang selanjutnya menerjemah kan imajinasi itu dalam bentuk nyata dan mencari langkah-langkah mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      kekuatan sebuah prosuk desain grafis bukan hanya terletak dari kualitas bentuk, pencampuran warna atau pemilihan huruf serta tata letaknya saja, tetapi lebih jauh dan lebih dalam itu inspirasi ketika menggoreskan kuas-kuas grafis di layer yang menjadi rus sejati produk sebiuah grafis. inspirasi adalah latar belakang dan tujuan(lebih dekat dengan makna harapan) produk grafis yang dihasilkan bisa menginspirasi orang lain atau mewakili suatu perasaan atas kondisi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     ini salah satu mengapa karya atau produk grafis menjadi tak ternilai harganya, karena ia bukan produk yang bisa dihitung berapa modal membuatnya, biaya bahan baku, biasa produksi atau variabel lain yang wajar digunakan untuk menentukan suatu produk. tapi karya grafis (termasuk keluarga besar karya seni) adalah produk  hati yang berkolaborasi dengan otak kanan. ini tentang nilai seni, estetika, dan keindahan. lalu bagaimana menentukan harga suatu karya seni, setiap desainer memiliki patokan tertentu. tapi saya yakin bahwa kepuasan terbesar bukan berada nominal materi harga karya grafis itu, tetapi dengan diterima nya sebuah karya dan tujuan-tujuan di atas itulah bayaran termahal yang tak ternilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     note:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;desain grafis menurut wikipedia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terimakasih untu semua client yang telah percaya dan mengapresiasi karya-karya desain dari nandarart, semoga dilain kesempatan bisa bekerjasama lagi:LMT TRUSCO JATENG,LMT QMC JATENG,UNDIP,UNNES,PT RAN NUSANTARA, D'BOX STUDIO JATENG,BANDENG MINA HASA, PRIMAGAMA ENGLISH SEMARANG,SUGIHNOM UNIVERSITY semarang, LEMBIMJAR ANTUSIAS,LEMBIMJAR CERAH, ESC english singapore course, GLOBAL IT, MANDIRI ART, BEM FPIK UNDIP, BEM KM UNDIP, SENAT Mahasiswa PSIKOLOGI, TIM PKMM FKM UNDIP, DIMAS BEM KM,Beastudi etos Semarang, KAMPUNG CERDAS tembalang, Banana Village Rowosari, Angkring Bambu soto resto,KM ANNAHL FAPET UNDIP, BEM FAAPET UNDIP, HIMA FB UNNES,DPM UNNES,FOSIAR Pati, RPA Semarang...dan masih banyak lagi yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sukses selalu untuk kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NANDAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;master nandarart&lt;br /&gt;085 22 69 67 67 5&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-6219394608573420386?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/6219394608573420386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=6219394608573420386' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/6219394608573420386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/6219394608573420386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2010/09/dont-stop-dreaming.html' title='Dont stop Dreaming'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-5283958801362595402</id><published>2010-05-18T10:52:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T13:40:22.235-07:00</updated><title type='text'>Ngebet pengin ke Jepang (semangat cinta &amp; outodidak)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;.…Pasca sebuah acara nasional di Jakarta (tepatnya bogor) saya berkenalan dengan salah seorang pesertanya dari daerah malang, tepatnya mahasiswa unibraw, ada sesuatu yang membuat tetarik dengan orang ini yang mengawali pertemanan kami, yaitu, ini orang pinter bahasa jepang, saya pikir ini sesuatu yang bisa disebut nilai tambah dalam diri seseorang. Dalam perjalanan waktu selain sharing ada beberapa agenda bisnis juga yang kami lakukan. Tapi kali bukan tentang seperti apa orang itu yang akan saya ceritakan karena ini bukan diari kali…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Tetapi lebih kepada bagaimana saya melihat dari sudut pandang yang lain lain yang kemudian menemukan sebuah teory yang saya coba teory-kan dalam dunia usaha. Bahwa orang ini ternyata belajar bahasa jepang lebih banyak outodidak, motivasinya karena pernah bercita-cita ingin ke jepang, selain itu kalau ditanya all about jepang mungkin lebih banyak tahu dari pada orang yang pernah disana, yang lebih unik lagi sampai hal-hal tentang terkecil detail dari jepang. Sesekali pernah iseng ngajak ngobrol tentang superhero jepang…jangan salah walau cewek tapi paham juga.dan banyak juga temen2nya yang berkebangsaan jepang mulai dari facebook sampai sebuah NGO yang ia masuk kesana juga karena motivasi jepangnya itu,.&lt;br /&gt; Tetapi sekali lagi ini bukan tentang curhat...yang ingin saya korelasikan adalah&lt;br /&gt;Keterbatasan orang ini tentang akses dan pengetahunnya sesuatu yang diinginkan tidak membatasi langkahnya. Bahkan dari situ bias membawanya dalam sebuah pencapaian prestisus dari kebanyakan orang yang bisa jadi bergelut dalam bidangnya.&lt;br /&gt; Kadang motivasi oraang berwirausaha beragam, tetapi jarang yang dimulai dari yang yang ia suka dan ia paham, kebanyakan karena alasan uang yang berlebih atau kecukupan modal maka apapun bisalah dijadikan usaha, akan tetapi karena ia tidak cinta dan paham maka  yang terjadi adalah ketika menemui kendala bahkan jatuh maka dengan cepat gulung tikar atau cari dan anti usaha yang lain.&lt;br /&gt; Dan karena bukan hal yang dicintai dan disukai maka pengetahuan yang dimiliki sebatas pengetahuan umum, sangat disayangkan .saya lebih salut dengan orang orang yang membuka usaha karena kepahaman dan kecintaan walaupun itu bukan bidang ilmu yang pernah dipelajari, karena ini akan berpengaruh terhadap seberapa lama kita mampu bertahan dan bergelut dengan tantangan persaiangan pengembangan usaha kita, dalam sebuah pertemuan dengan seorang pengusaha salon muslimah disemarang yang kini juga sudah membuka francise beliau mengatakan bahwa scara umum orang akan mengalami masa penurunan semanagat dalam menggeluti usahanya ketika di tahun ke-2, dengan kata lain apabila seseorang mampu bertahan sampai tahun kedua usahanya insayalaah usaha itu akan mempu bertahan dan berkembang.&lt;br /&gt; Selain itu addedvalue atau nilai pluss juga harus kita miliki dalam menjalankan usaha dan strategi-strategi khusus yang korelasinya akan lebih dekat dengan orang-orang yang membangun kecintaan daam usaha yang digeluti nya. &lt;br /&gt; Mungkin agak abtrak teory saya agar lebih mudah dipahami akan saya berikan beberapa contoh. Saya mahasiaswa fakulltas peternakan secara teori umum maka kebanyakan orang akan menyarankan sebaiknya bekerja atau membuka usaha dalam dunia peternakan. Tetapi tidak menutup kemungknan saya membuka usaha dalam bidang lain. Kenyataan lain bahwa saya lebih punya kecenderungan suka dunia desain grafis dan souvenir, nilai lebih saya ada pada kepahaman tentang dunia desain, kreativitas dan jaringan didunia souvenir hingga akhirnya saya mampu menghasilkan berbagai karya grafis yang layak jual, inovasi dan ide tentang prduk souvenir dan strategi pengembangan usaha dalam bidang ini. Akhirnya saya pilihlah usaha ini sebagai pilihan dalam berwirausha. &lt;br /&gt;Kalau saya memaksakan sesuai bidang saya bisa jadi bisa dikatakan bunuh diri atau dalam bahasa yang lebih realistis butuh tenaga lebih. Tetapi bukan kemudian saya punya alasan meninggalkan core bidang saya, jalan yang saya ambil bahwa itu bagian pendidikan dan Ilmu yang harus saya kuasai dan dalam rangkaian goal setting hidup,saya menempatkan cita-cita membuat peternakan dan koperasi penyedia bahan pakan dan obat-obatan ternak setelah saya sukses mencari modal dengan usaha yang bersumber pada hoby dan nilai pluss saya.&lt;br /&gt; Semngat ini juga tentang motivasi kita mau belajar dan berusaha lebih walau dluar hal uyang kita lakukan sehari-hari aga kita bisa memempunayi kemampuan itu.&lt;br /&gt;Contoh lain seoaarang teman yang dulunya jurusan teknik lingkungan kini ia memilih usaha sebagai penyedia perlengkapan naik gunung dan jasa bimbingan serta pelatihan hal-hal tentang naik gunung dan pecinta alam . karena disana ia lebih banyak tahu dan paham.&lt;br /&gt; Pada akhirnya ini hanya teory yang bisa saya rekomendasikan sebagai refereansi anda, keputusan tetap ada pada tangan anda. Setidaknya anda sudah mempelajari pengalaman orang lain yang berguna sebgai pertimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;Salam sukses&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Nandarart&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;085 226 967 675&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-5283958801362595402?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/5283958801362595402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=5283958801362595402' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/5283958801362595402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/5283958801362595402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2010/05/ngebet-pengin-ke-jepang-semangat-cinta.html' title='Ngebet pengin ke Jepang (semangat cinta &amp; outodidak)'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-8439713029759720511</id><published>2010-05-18T10:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T10:50:20.574-07:00</updated><title type='text'>Bensin dan Motor…dan Keputusan untuk Menikah..</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 14"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 14"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cpc_03%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:targetscreensize&gt;800x600&lt;/o:TargetScreenSize&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cpc_03%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cpc_03%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:enableopentypekerning/&gt;    &lt;w:dontflipmirrorindents/&gt;    &lt;w:overridetablestylehps/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page WordSection1 	{size:595.35pt 842.0pt; 	margin:1.0in 89.85pt 1.0in 89.85pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.WordSection1 	{page:WordSection1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;..dalam sebuah diskusi dan sharing bersama salah seorang yang memang kompeten dalam bidang motivasi dan training dan juga seorang penulis buku motivasi, beliau menyampaikan tentang makna rahasia bagaimana Allah memberi jalan atau mentakdirkan kemudahan sebagai keniscayaan atas keyakinan dan buah kerja keras kita. Beliau mnyampaikan dengan contoh yang amat simple tentang bagaimana perbedaan kehidupan ketika sebelum dan sesudah mempunyai motor. Ketika belum punya motor beliau mengatakan bahwa jangankan menyisihkan uang untuk beli bensin atau oli untuk makan saja kadang senin-kamis (baca masih kurang). Tetapi entah dari mana datangnya rejeki itu ketka beliau punya motor maka ada saja rejeki untuk perawatan dan minum kendaraan sehari-hari itu. Begitu juga tentang bagaimana seorang ketika memutuskan untuk menikah walaupun ketika masih sendiri merasa khawatir tidak bisa membiayai keluarga maka ketika menikah ada saja rejeki yang datang.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam teori saya ini adalah keniscayaan atas usaha kita, analogi yang saya gunakan adalah tentang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebab akibat, dimana ketka punya motor maka harus ada bensin dan perawatan maka kita akan berusaha untuk mendapatkannya, begitu juga dengan ketika memutuskan untuk menikah analogi yang berkembang adalah rejeki 2 orang menjadi satu...gak nyambung...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan ini coba saya terapkan pada dunia bisnis atau setidaknya dari pengalaman saya bahwa ketika kita memutuskan untuk membuka usaha konsumen atau pembeli itu adalah hal yang pasti telepas dari banyak atau sedikit tapi saya yakin dan telah terbukti bahwa akan ada entah dari mana. Karena ini adalah bagian dari keniscyaan yang saya ceritakan tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tinggal hal berkutnya kita pkirkan adalah kalau ingin dapat banyak untung maka strategi jalan, tapi pada dasarnya ketika kta telah membuka usaha maka Allah akan membagi riski kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hal yang sama berlaku tentang tidak perlunya khawatir mengambil kayawan atau logika menambah pemasukan dengan mengambil karyawan. Apa itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada salah satu teori rejeki Allah telah berjanji setiap orang pasti punya rejeki dan jalan masing-masing. Kita misalkan satu orang satu rejeki maka dengan mengajak karyawan misalkan 3 oarang maka dalam satu pintu masuk usaha kita akan ada 4 rejeki yang datang dari masing-masing jatah orang didalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Satu lagi yang menarik bahwa semua yang kita lakukan tidak akan terlepas dari doa maka pintu rejeki kita pasti akan terbuka karena selain doa kita agar usaha laris untuk hidup juga untuk menggaji karyawan dan karyawan kita juga akan berdoa agar usaha kita laris agar mereka digaji oleh kita...mutualisme..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tapi analogi yang lebih realistis nasib karyawan akan menjadi motivasi pluss agar kita lebih semangat lagi dalam memajukan dan menambah pemasukan usaha karena kita punya kewajiban selain memenuhi kebutuhan sendiri juga kebutuhan karyawan kita...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semoga bermanfaat&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Nandar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;art&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;085 290 921 725&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-8439713029759720511?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/8439713029759720511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=8439713029759720511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/8439713029759720511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/8439713029759720511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2010/05/bensin-dan-motordan-keputusan-untuk.html' title='Bensin dan Motor…dan Keputusan untuk Menikah..'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-6390457023811991818</id><published>2010-05-11T10:20:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T13:43:02.130-07:00</updated><title type='text'>COMFORT ZONE</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-family: webdings; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;...11 mei 2010, sore itu bersama pak fendhi, seorang motivator dari lembaga training motivasi yangtidak asing secara nasional apalagi daerah semarang-jawa tengah TRUSCO yang juga clien NANDARart, memang tidak biasanya koord. lembaga beasiswa beastudi etos ini datang untuk berbagi karena ini bagian dari treetment baru berkelanjutan pola pembinaan bersama. sore itu beliau menyampaikan sebuah materi pembuka untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya mengambil tema "comfort zone" atau lebih akrab ditelinga kita dengan istilah zona nyaman. yang saya suka dari beliau adalah bagaimana kemampuan menyampaikan materi menusuk dan mengena, tapi tidak menyakiti dan menghakimi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     baik saya akan berbagi dengan teman-teman tentang apa yang saya dapat, intinya adalah kalau kita ingin mencapai kesuksesan dimana kesuksesan itu sama dengan meningkatnya apa-apa yang ada dalam diri kita lebih tidak pada kondisi sekarang atau dengan kata lain kita akan keluar dari semua yang kita lakukan biasanya sebelum kita mencapai apa yang kita inginkan. sederhananya keluar dari rutinitas.&lt;br /&gt;     dan dalam hati saya mengatakan bahwa mteri ini luar biasa untuk pengembangan diri dan akdemis (kuliah saya) tapi saya coba cari yang lain, apa nih kira-kira yang bisa saya kaitkan dengan bisnis. dan ternyata teori ini relevan dengan apa yang saya lakukan dalam berbisnis selama ini hingga NANDARart mampu berkembang dan terima umum.&lt;br /&gt;    diantaranya adalah,;&lt;br /&gt;1). keluar dari zona nyaman merupakan cikal bakal berdirinya nandarart, waktu itu saya digadapkan bagaiman saya bisa bertahan hidup disemarang? bagaiman kuliah tetep jalan? dan bagaimana bisa membantu ekonomi keluarga. zona nyaman saya disini adalah mendapat beasiswa dan mendapat bantuan dari orang tua saya sadar bahwa kondisi ini tidak akan dan harus tidak berjalan lama. kalau saya masih berdiam diri maka akan banyak timbul masalah akhirnya saya memilih keluar dari zona nyaman dengan memutuskan membuka usaha sebagai jalan untuk mencapai impian saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). keluar zona nyaman adalah salah satu kunci dimana akhirnya desain nandarart dan kreatifitas nandarart diakui bahkan sampai 1 desain pamflet dihargai Rp 150.000,- , epuasan pelanggan sebagai penyedia layanan desain yang cepat. diman zona nyamannya...dengan kondisi sebaai mahasiswa dan aktivis hampir waktu di siang hari digunakan untuk urusan akdemis dan organisasi, zona nyaman seorang mahasiswa kebanyakan dengan kondisi itu adalh istirahat gasik dimalam hari, tapi saya coba kurangi jam istirahat itu dengan memakainya untuk mengerjakan desain pesanan dan mengerjakan desain ide-ide yang dikemudian hari laku saya jual sebagai templet dll. bagi saya istirahat bukan berapa banyak tapi seberapa optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). keluar zona nyaman merupakan langkah yang saya ambil untuk membesarkan nandarart.. setelah banyak order dan pelanggan nandarart mulai mengalami stagnansi. indikator nya adalah pemasukan perbulan yang itu-itu saja. maka saya putuskan keluar dari zona ini agar nandarat bisa semakin besar. dimana zona nyamannya? ada di strategi marketing dan produk, maka saya keluar dengan mencari dan memakai stratedi baru dalam marketing, facebook, blog, pamflet bahkan yang paling gila adalah dengan menyebar sms ke nomor-nomor yang ada diphonebook HP,tentang promo dan produk baru. mulai berani menjadi sponsorship. mulai berani memberi diskon dan bonus. dan memperbanyak produk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat mencoba..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;NANDAR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;art&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;085 226 967 675&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-6390457023811991818?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/6390457023811991818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=6390457023811991818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/6390457023811991818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/6390457023811991818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2010/05/comfort-zone.html' title='COMFORT ZONE'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-7346540906169885957</id><published>2010-05-02T03:30:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T13:43:16.344-07:00</updated><title type='text'>kita harus memaksakan diri menjadi  "BESAR" atau lingkungan yang akan memasa kita</title><content type='html'>.&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;..beberapa waktu yang lalu saya agak shock dan ragu, dan begitu juga teman-teman di asrama hampirsemua tertawa dan tidak percaya dengan yang saya alami. apa itu? datang beberapa mahasiswa dengan tujuan mengajukan sponsorship ke nandarart (usha saya). bagaiman tidak ditertawain, kadang untuk mengambil pesanan saja saya masih minjem temen boeh dikata penghasilan dari nandarart baru cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri tapi diminta jadi sponsorship..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          cerita diatas adalah kali pertama tawaran saya menjadi sponsorship setelah sekian lama bergelut dengan usaha desain grafis dan souvenir outlet. terjadi gejolak saat itu saya ambil atau tolak. ambil berarti harus ambil resiko sebagai sponsorship paling tidak memberikan sesuatu kepada pihak yang mengajuka, kalau saya tolak mungkin sudah sewajarnya apabila alasannya adalah karena usaha yang masih kecil-kecilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          saya mencoba memikirkan baik-baik ap yang bisa saya lakukan, saya kaitkan bahwa kedepan tidak selamanya saya bercita-cita menjadi seperti ini terus (usaha kecil-kecilan) suatu saat saya ingin besar dan ketika besar maka salah satu yang akan terjadi maka akan banyak yag mengajukan sponsorship juga. pertanyaannya ambil sekarang atau nunggu nanti jadi besar?&lt;br /&gt;   saya coba menggunakan analogi, bahwa salah satu ciri atau indikasi sebuah usaha "dianggap " besar adalah ketika usaha itu dimasukin tawaran sponsorsip persepsi ini saya samakan ketika saya menjadi penyelenggara kegiatan juga biasanya itu pertimbangnannya.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;      akhirnya keputusan saya ambil bahwa tawaran itu saya coba terima dengan point kerjasama atau imbal balik yang akan aya berikan adalah yang usaha saya mapu berikan dengan tidak mengalami kerugian, minimal impas atau saya usahan saya masih untung. dan yang saya tawarkan adalah saya akan memberikan desaian gratis untuk acara itu, souvenir sebagai doorprise acara mereka dan kalau ada yang dicetak atau dipesan dari produk saya akan saya berikan discount.&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;          ternyata mereka menerima, dan kompensasi untuk saya adalah pemasangan logo nandarart di pamflet, sapnduk, backdrop, kocard dll. disini kadang saya tidak dapat untung secara materi atau paling kalau ada sedikit tapi keuntungan kan tidak selamanya berupa materi dan itu yang saya dapat. nandarart semakin dikenal dan saya yakin ini slah satu jalan menuju "BESAR" yang aya maksud.setelah satu kejadian ini berkutnya sudah banyak yang menawarkan kerja bareng ke nandarart.diantara nya:: KSR UNDIP, QMC, KOTABULAN, FSI dll&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;             intinya semua orang yang punya usah pasti ingin ushanya menjadi besar tetapi akan lama jika menunggu sampai benar-benar sendiri dengan usaha mereka sendiri, maksudnya tanpa partner yang mebesrkan salah satu dengan jalan tadi. atau kalau kita tidak berusaha menjadi besar sendiri maka lingkungan akan memeberikan tantangan dan pilihan dengan contoh kondisi tadi.jika kita ambil kesempatan untuk menjadi besar itu maka walau tidak seberapa yang kita lakukan pelan-pelan kita akan jadi besar dengan sendirinya, tapi ada kemungkinan ketika kita abaiakan atau lepas maka kita akan di tingalkan dianggap kecil atau akan butuh waktu lama dengan melaukankannya sendiri.&lt;br /&gt;   maka jadi besar atau ditinggalkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;semoga bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;salam sukses dari &lt;/span&gt;nandar&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;art&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 0);"&gt;085 226 967 675&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-7346540906169885957?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/7346540906169885957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=7346540906169885957' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/7346540906169885957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/7346540906169885957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2010/05/kita-harus-memaksakan-diri-menjadi.html' title='kita harus memaksakan diri menjadi  &quot;BESAR&quot; atau lingkungan yang akan memasa kita'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-4877092854907375956</id><published>2010-04-29T07:48:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T13:43:38.547-07:00</updated><title type='text'>BISNIS tanpa MODAL-BERSINERGI dengan KEMAJUAN TI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/S9mhsvC82fI/AAAAAAAAAF8/Prr7F8OeFgk/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/S9mhsvC82fI/AAAAAAAAAF8/Prr7F8OeFgk/s200/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465577412705966578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;saya bingung mas mau memulai usaha, karena tidak ada modal...terus bingung juga mau usha apa bingung menentukan jenis usaha dan produknya...kalau saya beda lagi mas,yang saya bingungkan dimana saya harus buka outlet atau toko dana mepet...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;cuplikan diatas saya ambil dari pembicaraan dengan teman-teman yang mengaku ingin berwirausaha dengan berbagai latar belakngnya, karena ingin mandiri untuk membiayai pendidikan, meringankan orang tua, sambilan jadi pegawai atau sebagai persiapan karena sudah ingin berumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;     bisa jadi anda juga pernah memikirkan hal yang sama "kebingungan" ketika hendak memulai usaha sendiri, dan itu juga yang pernah saya alamai ketika didesak kebutuha mandir disemarang dan membiayai kuliah sampai sekrang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;    paling tidak ada 2 pokok masalah yang bisa saya simpulkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;1. dengan minimnya dana (bahkan tidak punya sama sekali) bagaimana kita bisa memulai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;   usaha?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;2. dengan mimnya modal dan butuh kantor atau outlet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;     saya katakan TIDAK PERLU mempunyai ke 2 nya anda bisa memulai dan menjlakan usaha anda.dan yang bisa saya sarankan dari pengalaman adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. tentukan anda ingin berwirausaha dibidang apa?misal : souvenir,konveksi,makanan, atau yang lain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;   2.ini yang saya maksud ber sinergi dengan teknologi,kita cari informasi baik dari internet atau orang-orang, dimana agen, grosir atau tempat yang menyedikan produk-produk kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;   3.bangun jaringan dan optomalakan. dari data yang kita punya kita kalkulasikan harga nya dengan margin kita ambil keuntungan dari harga normal tempat asal,akan lebih baik lagi jika anda mampu meloby dan menjadi agen sehingga harga dari produsen adalah harga grosir.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;   4.buka penguman atau iklan (media:pamflet,sms,internet) bahwa anda membuka usaha di bidang tertentu tadi dan anada menawarkan produk2 dari produsen tadi atas nama usaha anda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   untuk masalah yang kedua yaitu tempat/kantor/outlet, sekali lagi saya katakan anda tidak harus punya sendiri,membangun, tau menyewa apabila anggaran belum ada. saran yang bisa saya berikan adalah:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. gunakan tempat sekitar kita,misalkan Rumah,Kos-kosan, anda hany perlu sedikit renovasi dan dekorasi ruangan anda,dengan tata letak (interior) dan beberapa tulisan yang menunjukkna itu adalah tempat usaha anda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2.atau dengan bersinergi dengan teknologi yaitu membuat toko MAYA/online di internet, bisa dengan facebook.blog atau web..dan biaya yang perlu anada keluarkan adalah untuk pembuatan,development,dan online tiap hari,bisa dicari fasilitas yang GRATIS..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;    jadi yang ingin penulis sampaikan adalah, kita harus terbuka dan up date dengan perkelmbangan jaman, yang kemudian kita manfaatakan dengan bersinergi dalam hal ini adalah pesatnya dan kemudahan sara teknologi informasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;       di awal pembangunan usaha saya, saya hanya cukup mencari link atau jaringan usaha yang menydeiakan barang-barang souvenr dan tempat percetakan, kemudian saya promosikan dengan harga dan nama usaha saya. tanpa  modal menghaslkan..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;selamat mencoba..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-family:georgia;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;salam dari NANDARart&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-family:georgia;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;085 226 967 675&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-4877092854907375956?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/4877092854907375956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=4877092854907375956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/4877092854907375956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/4877092854907375956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2010/04/bisnis-tanpa-modal-bersinergi-dengan.html' title='BISNIS tanpa MODAL-BERSINERGI dengan KEMAJUAN TI'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/S9mhsvC82fI/AAAAAAAAAF8/Prr7F8OeFgk/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-6101792091273845977</id><published>2010-04-24T19:40:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T13:43:57.992-07:00</updated><title type='text'>Modal Dasar dalam ber-wirausaha</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..dalam sebuah cerita rekan saya yang sama-sama bergelut dalam dunia wirausaha,suatu ketika ia mendapati sebuah kejadian yang kalau di nalar gak bakal ketemu nalar,kalau dikorelasikan dengan teory wirausaha manapun gak akan sulit ketemu *(kecuali teory nandarart), cerita itu adalah tentang seorang penjual krupuk asongan (di goreng sendiri kemudian keliling kampung dijajakan dari rumah-ke rumah) yang mendadak mendapat order satu mobil box untuk sebuah acara dari orang yang punya usaha cathering. kontan sang penjual berusaha menolak karena mustahil memproduksi sebanyak itu dengan segala keterbatasan modal...yang saya maksut dengan diluar nalar...sang pengusaha cathering bersedia meminjami modal terlebih dahulu..baru dikembalikan jika order beres..dan bila kali ini sukses..maka kedepan beliau ingin berlanggangan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;usut punya usut ternyata ini bukan hal kebetulan..karena keputusan sang pengusaha cathering telah benar2 benar dipertimbangkan..dalam suatu percakapan ternyata pengusaha cathering ini telah menyimpulkan dari proses pengamatan dan merasakan sendiri kualitas krupuk dari tenman saya memang layak..satu hal yang menjadi kesimpulan mengapa pengusaha cathering lebih memeilih teman saya karena katanya teman saya adalah penjual krupuk yang JUJUR..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu kata lima huruf ini yang saya maksud modal dasar itu...apapun dan bagaimanapun kita menjalankan usaha kita modal dasar ini harus kita punyai...jujur bukan hanya tentang transaksi tetapi juga tentang produk kita...kualitas,harga, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa modal dasar ini mungkin bisa jadi usaha kita tetep jalan *(bisa dipastikan dengan segala kedok tipu daya) tetapi saya tidak bisa menjamin berapa lama usaha anda akan berjalan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari pengalaman saya dalam membangun usaha desain grafis dan souvenir dengan puluhan pesaing di sekitar tempat saya, akan tetapi order masih saja mengalir yang memang kebetulan kebanyakan adalah konsumen jaringan kemahasiswaan dan organisasi dimana modal ini tetap saya pegang, mereka akhirnya menjatuhkan pilihan pada produk dan jasa saya walau kadang dari segi harga agak berbeda dari kebanyakan usaha yang sama karena mereka memegang prinsip kami JUJUR dalam usaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat mencoba...sukses untuk kita semua..&lt;br /&gt;NANDARart&lt;br /&gt;085 226 967 675&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-6101792091273845977?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/6101792091273845977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=6101792091273845977' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/6101792091273845977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/6101792091273845977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2010/04/modal-dasar-dalam-ber-wirausaha.html' title='Modal Dasar dalam ber-wirausaha'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-8119899790630832261</id><published>2009-09-10T09:43:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T13:44:15.173-07:00</updated><title type='text'>MEMAKNAI RELATIFITAS KATA "SUKSES"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      Apa yang anda inginkan dalam hidup anda?sebuah pertanyaan yang sering kita dapatkan, dan jawaban yang beragam pula yang kita dapatkan antara masing-masing orang. &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;saya ingin berpenghasilan 2 juta sebulan,punya mobil bagus..dan keluarga harmonis"&lt;/span&gt;...&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"kalau saya setelah kuliah ingin melamar di perusahaan tambang..setelah bekerja 2-4 tahun dan punya cukup modal,keluar dan bikin usaha sendiri"&lt;/span&gt;..atau yang ini..&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"jadi wiraswasta lebih asyik bekerja se enaknya gaji tak terhingga..".."cita-cita dalam hidupku..setelah bekerja..membangun rumah..menghajikan orang tua.."&lt;/span&gt;..buanyak sekali ke-inginan dalam hidup kita..dan masing-masing orang tidak pernah sama. secara umum satu kata yang dapat mewakili penbertian dan penjelasan kan semua mimpi-cita-cita kita dalam hidup adalah &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;"sukses"&lt;/span&gt; setuju?&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Dalam kenyataannnya kata simpel "sukses" ini menjadi menarik untuk dibahas,karena apa? ia mempunyai makna yang beragam,tergantung siapa yang mengartikan-dan dari sudut mana se-seorang memandangnya. sederhananya kembali bahwa makna kata sukses ini adalah &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;RELATIF&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kemudian apanya yang menarik? ok.kalau kita perhatikan dalam kehidupan sekitar kita. kadang kita melihat suatu kondisi oarang lain sudah sukses menurut kita, akan tetapi menurut yang orang itu ia belum merasa sukses. begitu pula sebaliknya kadang kita merasa heran ada orang yang mengatakan ia sudah sukses, padahal menurut sudut pandang kita ia belum sukses. so RELATIF banget teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sampai di sini belum ada masalah, yang kemudian menjadi alasan mengapa artikel ini harus saya tulis ini adalah, sikap kita terhadap teman,tetangga,atau saudara yang berdasarkan pandangan kita melakukan hal-hal yang tidak sesuai menurut kita yang katanya apa yang ia lakukan adalag bagia dari tangga yang harus ia lalui menuju suksesnya,walaupun kadang oarang lain itu mengorbankan hal-hal yang tak seharusnya menurut kita dikorbankan. misalkan seorang teman lebih memilih menghadiri suatu seminar atau pelaitihan berwirausaha dan meninggalkan kuliah, padahal menurut kita seharusnya ia duduk di bangku kuliah, atau yang lainnya. karena orang itu ingin menjadi pengusaha muda lain dengan kita yang ingin menjadi dosen. hanya sekedar contoh. tau para aktivis yang suka sering bolos karena harus turun ke jalan untuk aksi.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    Nah,akhirnya hal ini berdampak pada kehidupan yang kurang harmonis dan saling memvonis bahwa cara terbaik meraih sukses adalah dengan cara kita sendiri. semua orang berpendapat seperti itu padahal mereka memiliki parameter dan pemaknaan yang berbeda dalam kata "sukses".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       yang penulis coba tawarkan sebagai solusi dari kondisi ini adalah analogi sderhana yang mampu merangkul semua elemen dari kita yaitu analogi &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"PIRAMIDA KE-&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;SUKSES&lt;/span&gt;-AN"&lt;/span&gt; apa artinya? diumpamakan kita masing-masing yang mempuanyai keinginan untuk sukses sedang mendaki sebuah piramida dari sisi-sisi yang berbeda, ada dari sisi akedemis porsinya lebih besar. ada yang porsi organisasi lebih besar atau yang sisi entrepreneurnya diberi space yang lebih besar dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Maka pada akhirnya kita akan mencapai puncak yang sma yaitu puncak KE-SUKSESAN dan sanalah kita akan berjabat tangan dalam kondisi yang sama yaitu SUKSES menurt parameter kita maisng-masing dimana secara umum adalah suatu kondisi dimana kita merasa CUKUP dalam pemenuhan kebutuhan LAHIR dan BATIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dan sesungguhnya kalau kita mau mengamati kembali tidak serta merta kita saling berpisah tetapi saling terkait. oleh karena itu sudah semstinya kita salin mendukung-memotivasi-dan mengingatkan akan hal-hal yang positif dalam mendukung ke-suksesan kita masing-masing.&lt;br /&gt;selamat bejuang dalam upya mencapai kesuksesan kita..semoga yang kuasa memudahkan setiap langkah kita.&lt;br /&gt;085 226 967 675&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-8119899790630832261?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/8119899790630832261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=8119899790630832261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/8119899790630832261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/8119899790630832261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2009/09/memaknai-relatifitas-kata-sukses.html' title='MEMAKNAI RELATIFITAS KATA &quot;SUKSES&quot;'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-5321323042466263274</id><published>2009-01-24T09:58:00.000-08:00</published><updated>2010-10-22T13:44:35.400-07:00</updated><title type='text'>Poenya Hoby - pOenya uSaha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/Sp0hZQWCBhI/AAAAAAAAAC8/g3Ut-86S-cI/s1600-h/FB2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/Sp0hZQWCBhI/AAAAAAAAAC8/g3Ut-86S-cI/s200/FB2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376490247918061074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan jamannya menggantungkan diri gaji dan perusahaan tempat bekerja, sebab masih tingginya risiko PHK yang menyebabkan Anda kehilangan pekerjaan. Jika Anda mempunyai hobi yang digilai, mengapa tidak mencoba mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi tersebut. Daripada terus menerus dituding sebagai salah satu biang pemborosan, marilah kita mengusahakan hobi kita agar menjadi mesin uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegilaan orang akan hobi yang ditekuninya, dapat dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seseorang yang hobi berburu barang-barang antik bisa menghabiskan banyak waktu, tenaga dan bahkan uang sampai ratusan juta rupiah yang bagi orang lain seperti sia-sia. Bandingkan dengan tingkah orang yang yang hobi dengan burung perkutut atau ikan Louhan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terasa tidak masuk akal bagi orang lain. Hobi boleh dibilang sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan batiniah untuk melepaskan diri dari kejenuhan dan kelelahan karena rutinitas harian dalam mencari nafkah. Karena sifatnya itulah, yang berlaku dalam soal hobi adalah kesenangan yang tak terhingga. Ketika hobi diboyong ke dalam wilayah bisnis, meski perhitungan laba-rugi, kelayakan usaha, peluang dan lain sebagainya juga dijadikan pertimbangan tapi instinglah yang lebih dominan. Ungkapan yang sering terdengar, nggak masalah untung atau buntung yang penting hobi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:seagreen;"&gt;&lt;strong&gt;Bekerja Dengan Senang Hati&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah sebabnya mengapa kegiatan usaha yang berawal dari hobi seringkali berhasil dengan baik. Dimana salah satu kunci untuk memulai usaha yang sukses adalah bekerja dengan senang hati, seolah kita sedang mengerjakan hobi sampai-sampai lupa waktu dan tidak kenal lelah. Yang pasti ada kesungguhan baik dalam memulai usaha hingga mengembangkannya dan melakukan sesuatu dengan landasan cinta, bukan keterpaksaan agar kita bekerja untuk hasil yang terbaik dan penuh keikhlasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran jika banyak orang memulai suatu bisnis adalah karena kegemaran atau hobi. Bayangan mendapatkan penghasilan besar dengan melakukan pekerjaan yang disukai memang menjadi keinginan banyak orang. Sebab biasanya orang memang melakukan hal yang terbaik untuk kegiatan yang disukainya, sehingga tidak heran jika hasilnya juga maksimal. Hobi yang dilakukan dengan tujuan awal melepaskan stress, kemudian malah menghasilkan uang tentunya menjadi bonus yang sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:seagreen;"&gt;&lt;strong&gt;Langkah Awal Mengubah Hobi Menjadi Bisnis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang berat dalam melakukan usaha ialah melakukan langkah pertama. Meski demikian, langkah pertama tetap saja melakukannya. Bukankah hal-hal besar itu berawal dari yang kecil, dan langkah seribu, tidak mungkin terjadi tanpa langkah pertama. Apa saja yang harus dilakukan agar hobi kita bisa menghasilkan uang, berikut ini adalah caranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu lebih banyak untuk menekuni hobi Anda, dan hasilkan hasil karya dengan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih banyak. “ Practise makes perfect “ dengan terus berlatih maka kita akan menghasilkan karya yang semakin baik. Hasil karya yang berkualitas tentunya meningkatkan nilai jualnya, apalagi jika banyak orang yang menekuni hobi yang sama, tentunya produk Anda harus mempunyai nilai lebih dibandingkan produk sejenis. Paling tidak hasil karya Anda mampu bersaing di pasaran. Masalahnya ketika hobi yang biasanya dilakukan diwaktu luang jika akhirnya menjadi rutinitas, maka si pehobi cenderung menjadi malas melakukannya.&lt;br /&gt;Hal ini secara alamiah memang terjadi, namun itulah konsekuensi dari perubahan hobi menjadi bisnis. Supaya Anda tidak tersiksa dalam proses perubahan ini, maka lakukanlah secara perlahan atau bertahap, jangan memaksakan diri untuk meluangkan waktu jauh lebih banyak, tetapi sedikit lebih banyak saja dari waktu ke waktu. Misalnya jika bisanya Anda membuat hasil karya sebulan sekali, maka jangan memaksa diri untuk membuat hasil karya seminggu sekali. Tingkatkan produktifitas menjadi sebulan dua kali, kemudian jika sudah merasa nyaman dengan ritme kerja yang baru, jangan ragu-ragu untuk meningkatkan produktifitas setingkat lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambah terus pengetahuan Anda, bisa melalui kursus-kursus, seminar, atau pelatihan yang berhubungan dengan hobi Anda. Biasanya dalam kursus Anda akan mendapatkan semacam sertifikat yang nantinya bisa menaikkan prestise dan kepercayaan pelanggan, sehinggga meningkat daya jual hasil karya Anda.. Selain melalui kursus ada banyak cara yang lebih murah untuk menambah pengetahuan anda, dengan melalui buku, majalah, internet dan berbagai media informasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar langsung dari orang–orang yang sudah ahli atau sudah sukses menjalankan hobi tersebut. Mendapatkan mentor atau bergaul dengan orang yang mempunyai hobi sama juga bisa menjadi cara yang terbaik bagaimana menghasilkan karya yang terbaik dan kompetitif dari segi kulitas juga harga. Sebab yang terpenting dari sebuah hobi yang jadi bisnis adalah apakah orang mau membeli hasil karya yang Anda hasilkan, dan berapa orang mau membayar untuk itu. Nah, dari mereka yang sudah berhasil di hobi yang jadi bisnis yang Anda minatilah Anda bisa mendapatkan informasi mengenai cara menjalankan bisnis tersebut dengan sukses. Lagipula dengan bergaul dengan mereka, hasil karya dan keterampilan anda selalu diukur kemajuanya oleh orang yang kompeten dibidangnya.&lt;br /&gt;Selain itu berada dalam lingkungan yang memiliki minat yang sama juga akan meningkatkan motivasi Anda dalam berbisnis. Jika ada perkumpulan dalam hobi Anda, usahakan untuk bergabung dan aktif. Beberapa hobi mempunyai perkumpulan untuk mewadahi orang-orang yang menggemari hobi yang sama. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapat dengan mengikuti perkumpulan, antara lain : mendapatkan perkembangan terbaru serta informasi-informasi mengenai hobi Anda yang mungkin bisa dimanfaatkan dalam mencari peluang, meningkatkan peluang mendapatkan calon pelanggan, memperoleh promosi gratis untuk usaha Anda, memperluas network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawarkan hasil karya Anda dari satu toko ke toko lain, dari satu orang ke orang lain. Tentu saja, anda diharapkan tak mudah patah semangat jika produk yang anda tawarkan di tolak. dan juga, jangan malu. Dari pengalaman diketahui, orang-orang terdekat bisa menjadi konsumen awal. Cara ini, juga bisa membantu mengatasi kesulitan modal keuangan, karena mereka bisa diminta membayar dimuka, sebelum barang dibuat atau diantarkan&lt;br /&gt;Pada akhirnya semua kembali kepada pilihan kita masing-masing, sebab tidak semua orang beruntung memiliki hobi, atau memiliki hobi yang berpotensi menghasilkan uang. Banyak orang yang tertunda membuka usaha sebab masih bingung menentukan bidang usaha yang diminati. Tetapi bukan berarti jika tidak mempunyai hobi, kemudian tertutup kemungkinan membuka usaha, sebab banyak sumber ide bisnis lainnya yang bisa Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya adalah apapun yang Anda pilih, cintailah ! Dengan melakukan pekerjaan yang dicintai, Anda seperti mempunyai layaknya hobi. Sebaliknya banyak juga orang yang sudah memiliki hobi, namun belum berminat mengubahnya menjadi bisnis yang menghasilkan uang. Mudah-mudah tulisan kali ini menambah wawasan Anda terhadap peluang dan potensi bisnis dari hobi.&lt;br /&gt;085 226 967 675&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-5321323042466263274?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/5321323042466263274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=5321323042466263274' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/5321323042466263274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/5321323042466263274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2009/01/poenya-hoby-poenya-usaha.html' title='Poenya Hoby - pOenya uSaha'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/Sp0hZQWCBhI/AAAAAAAAAC8/g3Ut-86S-cI/s72-c/FB2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-5236535875986791756</id><published>2009-01-24T09:54:00.001-08:00</published><updated>2009-01-24T09:56:56.799-08:00</updated><title type='text'>bingung memulai usaha?</title><content type='html'>&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;Senang sekali mendengar niat Anda untuk berwirausaha, sebab kegiatan wirausaha memberi manfaat yang besar,bukan cuma untuk diri kita tetapi juga orang lain. Dengan wirausaha kita bisa menghidupi diri dan keluarga kita dan lebih jauh lagi bisa memberi peluang kepada orang lain untuk mendapatkan penghasilan dari usaha kita . Karena itu saya selalu menyambut gembira setiap niat baik untuk berwirausaha, Adapun kebingungan mengenai usaha apa yang sebaiknya dijalankan, memang seringkali menjadi kendala utama dalam memulai usaha. Nah beberapa saran berikut ini, mudah-mudahan bisa membantu Anda dalam menangkap ide usaha dan menemukan bidang usaha yang cocok untuk Anda: Sumber ide dari pekerjaan dan Keterampilan.&lt;br /&gt;Pekerjaan yang kita tekuni, dan keterampilan yang sudah kita miliki merupakan sumber yang kaya akan ide bisnis yang tepat untuk kita. Alasannya? Dari sinilah (pekerjaan yang telah sekian lama kita jalankan, dan keterampilan yang sudah kita kembangkan) insting bisnis kita dibentuk dan dipupuk. Banyak orang memilih ide usaha dari pekerjaan yang pernah mereka tekuni dan keterampilan yang sudah mereka miliki. Misalnya seseorang karyawan yang pernah bekerja di perusahaan kosmetik dan menjadi tenaga penjual di perusahaan tersebut sebelum akhirnya terjun untuk membangun perusahaan kosmetiknya. Dari pekerjaannya ini, ia mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen, serta mengembangkan jaringan perkenalan dengan orang-orang yang tepat yang harus dihubungi di bisnis yang ia tekuni tersebut. Contoh lain, ada orang yang juga memulai karier di perusahaan penerbitan milik orang lain. Ia bahkan sempat belasan tahun menimba ilmu di perusahaan ini dan menajamkan keterampilan editing dan pengelolaan bisnis sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun usaha penerbitannya sandiri. &lt;b&gt;Sumber ide dari minat dan hobi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sumber kedua yang juga tidak kalah pentingnya adalah minat dan hobi yang kita miliki. Kedua hal ini merupakan sumber yang memiliki kekuatan yang ampuh dalam membangun keyakinan serta motivasi bagi kita untuk memulai usaha. Umumnya orang tidak merasa terbeban untuk melakukan yang ia senangi (misalnya: minat dan hobi). Ini merupakan modal kuat bagi seorang wiraswastawan yang menekuni dunia yang memang ia cintai. Contohnya Bill Gates mengandalkan hobi dan minatnya di bidang komputer sebagai sumber ide memulai kerajaan bisnisnya yang sekarang telah menggurita di seluruh dunia. Beberapa mantan olahragawan nasional seperti Susi Susanti, Elfira Nasution, dan lain-lain, mengembangkan usaha mereka di jalur yang sesuai dengan minat, hobi, dan pengalaman kerja: menjadi pelatih, membuka sekolah olah raga, dan toko peralatan olah raga. &lt;b&gt;Sumber ide dari pengalaman.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman diri sendiri dan juga orang lain (apa yang kita alami, ataupun yang dialami oleh orang lain), selain merupakan guru yang baik, juga merupakan sumber ide bisnis yang kaya. Pengalaman, terutama yang buruk, memberikan kesan yang mendalam bagi kita, yang tidak mudah untuk dilupakan. Jika pengalaman tersebut adalah pengalaman buruk, maka tentunya kita tidak ingin pengalaman tersebut terulang lagi. Kita akan berusaha mencari jalan "baru" untuk menghindari kesulitan dan masalah yang pernah kita alami. Jalan baru inilah yang memacu munculnya ide-ide bisnis yang brilian. Contoh: ada seorang kawan saya yang mengalami pesta pernikahan yang kacau balau, dari mulai pertengkaran antar keluarga besan, souvenir yang rusak, listrik yang padam saat berlangsungnya resepsi, makanan yang keburu habis, sampai baku hantam dengan petugas keamanan setempat. Dari pengalaman buruknya , kawan saya melihat pentingnya ada profesi yang bisa membantu orang menyelenggarakan resepsi pernikahan dengan cara yang profesional. Ide ini kemudian dia kembangkan dengan membuka usaha jasa wedding organizer dan penyelenggaraan acara-acara pesta lainnya. &lt;b&gt;Sumber ide dari pengamatan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selain pengalaman, pengamatan ternyata juga adalah sumber ide bisnis yang tak habis-habisnya. Dari pengamatan akan segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kita bisa menemukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, yang bisa kita jadikan peluang bisnis. Bahkan, pengamatan ini merupakan keterampilan yang harus dimiliki seorang wiraswastawan. Pada prinsipnya, identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi merupakan konsep dari upaya membangun usaha. Dari pengamatan ini, banyak ide bisnis dan peluang bisnis yang bisa terus digali untuk dikembangkan. Misalnya Dari hasil pengamatannya terhadap masyarakat kita bisa lihat dan mengidentifikasi kebutuhan wanita-wanita bekerja saat ini untuk pengasuhan anak mereka yang masih balita. Ide ini dituangkan menjadi peluang bisnis yang kemudian diwujudkannya dengan mendirikan tempat penitipan anak balita sekaligus tempat bermain dan belajar. Nah, Ingin memulai usaha sendiri? Jika ada yang bisa dimulai sekarang, mengapa harus menunggu lagi? Lebih cepat dimulai, lebih cepat pula dituai. Lagipula Anda sangat beruntung, sudah memilki modal uang tunai yang cukup besar. Selanjutnya tinggal menemukan jenis usaha yang cocok, idenya bisa didapat dari pekerjaan dan keterampilan, dari minat dan hobi, dari pengalaman, dan dari pengamatan. Ide-ide ini kemudian bisa dituangkan menjadi sebuah rencana bisnis. Selamat memulai.&lt;/p&gt; &lt;input name="postID" value="1765792044529935515" type="hidden"&gt; &lt;input name="blogID" value="2360882339293597363" type="hidden"&gt;  &lt;div class="errorbox-good"&gt;&lt;input name="securityToken" value="ilqu1TknAtKlK94-JR06UBk0G3c:1232819610715" type="hidden"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-5236535875986791756?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/5236535875986791756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=5236535875986791756' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/5236535875986791756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/5236535875986791756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2009/01/senang-sekali-mendengar-niat-anda-untuk.html' title='bingung memulai usaha?'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-2126619749742358148</id><published>2009-01-24T09:38:00.000-08:00</published><updated>2009-09-01T06:46:06.800-07:00</updated><title type='text'>Sumber ide Usaha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/Sp0k9TOBDuI/AAAAAAAAADM/4NSFkK02Fbo/s1600-h/DSCN0010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 205px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/Sp0k9TOBDuI/AAAAAAAAADM/4NSFkK02Fbo/s200/DSCN0010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376494165699923682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/Sp0j0BpyweI/AAAAAAAAADE/7WZI7Vxwias/s1600-h/DSCN0022.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 204px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/Sp0j0BpyweI/AAAAAAAAADE/7WZI7Vxwias/s200/DSCN0022.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376492906854138338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;    &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;S&lt;/span&gt;alah satu kendala seseorang untuk memulai usaha sendiri adalah tidak memiliki ide usaha, mereka seringkali bingung untuk memulai suatu usaha yang hendak ditekuninya. Padahal banyak cara bisa dilakukan untuk memperoleh atau menemukan ide untuk memulai suatu usaha entah sebagai usaha sampingan lebih dulu baru kemudian menjadi usaha pokok atau justru langsung saja menjadi pekerjaan utamanya. Beberapa sumber ide usaha berikut bisa dijadikan acuan untuk menggali ide-ide usaha, lalu menuliskan apapun yang terlintas dalam pikiran anda, fokuskan hanya pada ide - jangan dulu berfikir modal dan hal lain. Bisa jadi nantinya akan muncul ide usaha baru yang unik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber ide untuk memulai usaha sendiri antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pengalaman &amp;amp; Pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pengalaman diri sendiri atau orang lain bisa menjadi guru yang baik dan sumber ide bisnis. Pengalaman buruk/gagal sering kali sulit dilupakan, lalu kita akan berupaya mencari cara baru untuk mengatasinya. Cara ini akan membuka peluang munculnya ide yang menarik. Demikian juga pengalaman kerja yang diperoleh karena Jenis Pekerjaan yang pernah dan sedang ditekuni, juga merupakan sumber sangat besar untuk menghasilkan ide-ide bisnis yang tepat. Seseorang dengan jenis pekerjaan yang sudah lama ditekuni memahami betul bidang usaha apa saja yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan pekerjaannya saat itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2. Keterampilan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan apapun yang sudah dimiliki dan dikembangkan dalam waktu cukup lama akan membentuk naluri atau insting bisnis. Banyak orang yang memulai usaha sendiri berdasarkan pada keterampilan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;3. Minat dan Hobi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Minat dan hobi cukup efektif untuk membangun keyakinan dan motivasi kuat untuk mandiri. Orang tidak merasa terbebani bila melakukan kegiatan yang ia sukai, terutama yang berkaitan dengan minat dan hobi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;4. Pengamatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mengamati sesuatu yang terjadi di "sekitar" kita bisa menjadi peluang bisnis. Pengamatan ini diperlukan bagi mereka yang ingin mandiri. Identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi bisa menimbulkan peluang bisnis yang bisa terus dikembangkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, jika anda berkeinginan kuat untuk berwirausaha dan hingga kini belum menemukan ide usaha, ambillah secarik kertas, gunakan sumber-sumber ide di atas untuk membantu imajinasi anda dan mulailah menuliskan ide-ide apapun yang terlintas bahkan yang "aneh" sekalipun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba..!! &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-2126619749742358148?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/2126619749742358148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=2126619749742358148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/2126619749742358148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/2126619749742358148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2009/01/sumber-ide-usaha.html' title='Sumber ide Usaha'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/Sp0k9TOBDuI/AAAAAAAAADM/4NSFkK02Fbo/s72-c/DSCN0010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-1950006210850336872</id><published>2009-01-01T08:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T08:51:55.324-08:00</updated><title type='text'>2 Tips Hadapi Krisis Ekonomi Global</title><content type='html'>&lt;div class="post hentry"&gt; &lt;a name="6671699899005151360"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://koransaya.blogspot.com/2008/10/2-tips-hadapi-krisis-ekonomi-global.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; 2 &lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Tips hadapi krisis ekonomi global&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);"&gt;krisis global melanda, dampaknya semua lini usaha dan kehidupan. mulai dari usaha saham salpai tempe. rakyat kecil menhadi korban. tapi tenang saja "hadapi dengan senyuman" bersama nandar ada tips ok. spesial buat teman2 mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;hemat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Kita harus berhemat dalam situasi krisis ekonomi global. Menurut saya, cara yang efektif untuk hidup hemat adalah dengan mengurangi makan di luar. Memang sih kita harus mengurangi makan di &lt;a title="Favourite Restaurant" href="http://myfavouriterestaurant.blogspot.com/"&gt;restoran favorit&lt;/a&gt;, tapi namanya juga hidup hemat.&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;li&gt;uang tunai&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Kita harus selalu menyediakan uang tunai. Uang tunai tersebut bisa berguna dalam keadaan darurat ( PHK ) dan bila kita melihat &lt;a title="Peluang Investasi" href="http://foruminvestor.blogspot.com/"&gt;peluang investasi&lt;/a&gt; yang bagus. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ingat! di setiap masalah, pasti ada hikmah di baliknya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-1950006210850336872?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/1950006210850336872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=1950006210850336872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/1950006210850336872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/1950006210850336872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2009/01/2-tips-hadapi-krisis-ekonomi-global.html' title='2 Tips Hadapi Krisis Ekonomi Global'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-4915690727608765556</id><published>2008-07-09T09:39:00.000-07:00</published><updated>2008-07-09T09:51:19.660-07:00</updated><title type='text'>mAnfAAt BerWiraUsaha</title><content type='html'>r&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;aiH  kepuaSa&lt;/span&gt;n D&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;eng&lt;/span&gt;an In&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;tRepre&lt;/span&gt;neur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Ada beberapa keuntungan dalam berwirausaha :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Jadi tuan untuk diri sendiri&lt;br /&gt;2. Memiliki waktu yang fleksibel&lt;br /&gt;3. Ingin untung berapa?&lt;br /&gt;4. Kebebasan finansial&lt;br /&gt;5. Punya banyak waktu luang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-4915690727608765556?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/4915690727608765556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=4915690727608765556' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/4915690727608765556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/4915690727608765556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2008/07/manfaat-berwirausaha.html' title='mAnfAAt BerWiraUsaha'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-7996314463480067206</id><published>2008-06-27T08:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-27T08:57:38.194-07:00</updated><title type='text'>INI SAATNYA MEMULAI MENJADI INTREPRENEUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_RxBEdljp93M/SGUNT4IDb0I/AAAAAAAAAAY/zMmk2tf79Tw/s1600-h/nandar.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 97px; height: 119px;" src="http://bp1.blogger.com/_RxBEdljp93M/SGUNT4IDb0I/AAAAAAAAAAY/zMmk2tf79Tw/s320/nandar.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216590378513428290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Memula&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;i Usaha&lt;/span&gt; S&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;endiri&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Peluang usaha seringkali dilihat sebagai peluang yang sesaat. Tak heran jika wirausahawan model begini tak langgeng dalam menjalankan bisnisnya. Padahal peluang tersebut jika dipelihara dengan manajemen standar, pasti sukses. Apa yang harus dilakukan pebisnis pemula jika melihat peluang tersebut dan bagaimana mengelola kesempatan tersebut agar bisa membawa kesejahteraan yang langgeng? Berikut ini ada baiknya mencermati tips tentang memulai usaha sendiri.&lt;br /&gt;   Langkah awal mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpinlah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk. Begitu juga dengan cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata tidak bisa ataupun tidak mungkin.&lt;br /&gt;   Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa sulit. Enthusiaatism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.&lt;br /&gt;   Ambillah risiko. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap risiko yang akan diambil. Sebuah risiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan seorang entrepreneur (wirausaha) dengan manajer. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manajer dibutuhkan dalam mengatur perusahaan yang telah maju.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;Langkah Terpenting&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Carilah nasihat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Entrepreneur selalu mencari nasihat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera keenamnya. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. Langkah terpenting adalah menumbuhkan ethos kerja keras. Langkah ini sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard work and smart work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua kesuksesan butuh workaholics di langkah awalnya. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya. Pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama, orang membeli dari temannya. Pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasihat, membantu dan menolong pada masa sulit.&lt;br /&gt;Jika mengalami kegagalan, hadapi kegagalan itu. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk memperkuat dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko kegagalan dan bila itu, bersiaplah dan hadapilah! Jika Anda sudah siap memulai usaha, lakukanlah sekarang juga. Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nandar oks&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;"BONUS"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: lucida grande;" class="entry"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p&gt;Ini adalah ringkasan dari cara agar kita hidup selamat, sehat, bahagia, terhormat, berkedudukan, sukses dan kaya.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Berdo’a&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Orang-orang sukses dan kaya itu sebelum mereka sukses dan kaya, mereka percaya, yakin dan optimis bahwa mereka akan sukses dan kaya.&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Memimpikan dan membayangkan kesuksesan dan kekayaan seakan-akan ada dalam diri mereka, padahal mereka belum sukses dan kaya&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Sabar dan berusaha&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Bersyukur&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; “Allah mengabulkan setiap do’a tanpa terkecuali”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang bersyukur niscaya AKU (ALLAH) tambah nikmatnya”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; “Allah menolong hamba yang menolong saudaranya”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Referensi: &lt;em&gt;The Holy Qur’an&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;The Secret&lt;/em&gt; (Karya: Rhonda Byrne), Biografi Bill Gate, dan literatur-literatur di internet.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="tagged"&gt;&lt;strong style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-7996314463480067206?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/7996314463480067206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=7996314463480067206' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/7996314463480067206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/7996314463480067206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2008/06/ini-saatnya-memulai-menjadi.html' title='INI SAATNYA MEMULAI MENJADI INTREPRENEUR'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_RxBEdljp93M/SGUNT4IDb0I/AAAAAAAAAAY/zMmk2tf79Tw/s72-c/nandar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-6148422684680283171</id><published>2008-06-03T05:40:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T05:44:30.201-07:00</updated><title type='text'>SAATNYA MAHASISWA MENJADI INTREPRENEUR SEJATI</title><content type='html'>mahasiswa adalah salah satu bagian dari sosial masyarakat yang mempunyai suatu kesempatan terbesar bibanding struktur sosial lainnya untuk mengekpesikan dirinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-6148422684680283171?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/6148422684680283171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=6148422684680283171' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/6148422684680283171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/6148422684680283171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2008/06/saatnya-mahasiswa-menjadi-intrepreneur.html' title='SAATNYA MAHASISWA MENJADI INTREPRENEUR SEJATI'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2360882339293597363.post-1448822172967354932</id><published>2008-05-22T19:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T19:56:26.722-07:00</updated><title type='text'>nandarart ok</title><content type='html'>nandarart merupakan salah satu designer ternama di kota semarang.melayani segala macam pesanan benda - benda seni, marchandise, dan design graphic. Contoh:&lt;br /&gt;1. PIN&lt;br /&gt;2. Kaos&lt;br /&gt;3. Jacket&lt;br /&gt;4. ID card&lt;br /&gt;5. mug&lt;br /&gt;6. Spanduk&lt;br /&gt;7. Pamflet&lt;br /&gt;8. Buletin&lt;br /&gt;9. Dan Lain - Lain&lt;br /&gt;Design dari anda atau kami yang membuat dengan biaya GRATIIIIS........!!!!!!!!Sepesial bwat Dana Usaha Organisasi ada diskon Lhoooo.......!!!!!!!!.&lt;br /&gt;Segera Hubungi : Achmad Munandar ( 085290921725 ) atau e-mail : nandarart@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2360882339293597363-1448822172967354932?l=nandarart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandarart.blogspot.com/feeds/1448822172967354932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2360882339293597363&amp;postID=1448822172967354932' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/1448822172967354932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2360882339293597363/posts/default/1448822172967354932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandarart.blogspot.com/2008/05/nandarart-ok.html' title='nandarart ok'/><author><name>pojok nandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14827786768587638554</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_RxBEdljp93M/TMH2RCFJ3MI/AAAAAAAAAJM/8baXCeAPFBg/S220/q.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
